Ibuku
panutanku
Siti Maryam merupakan anak
dari pasangan Rainah dan Kaso. Maryam lahir pada tanggal 10 November 1975 di
Kota Cirebon. Ia merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara namun, pada saat
umur 6 tahun, kakak keduanya meninggal dunia. Pada saat kecil, ia tinggal di
daerah citundun bersama kedua orang tua dan kakaknya di rumah yang
sederhana.
Maryam pernah mencari
pendidikan di bangku SD 1 Citundun dan SMP Negeri 4 Kota Cirebon. Ia bersekolah
di Cirebon karena ia pindah ke Cirebon pada saat umur 12 tahun. Saat masih
duduk di bangku sekolah ia sudah bisa membantu beban orang tuanya dengan
membawa dagangan es ke sekolah lalu dititipkannya ke kantin sekolah. Ia
biasanya diberi ung tambahan jika es nya habis sebesar 25 rupiah. Setelah lulus
dari SMP Negeri 4 Kota Cirebon, Maryam tidak meneruskan kejenjang yang lebih
tinggi karena tidak adanya biaya dan ia bekerja di sebuah pabrik roti selama 3
tahun.
Maryam mempunyai kakak
laki-laki yang bernama Subandi yang berbeda 4 tahun lebih tua darinya. Ia
merupakan sosok kakak yang baik bagi Maryam. Pada tahun 1994 Maryam memutuskan
untuk menikah dengan Ridwan Muhari yang telah berpacaran 2 tahun dan pada tahun
1995 lahir putri pertama mereka yang bernama Imas mustika. Pada tahun 1999
lahir anak kedua mereka yang bernama Havita Marliyani setelah beberapa tahun
lahir pula 2 orang anak laki laki yang bernama Aldi dan Adit. Kini Maryam bekerja
berdagang di kantin sebuah sekolah di Cirebon. Bagi anak-anaknya sosok Maryam
adalah sosok Ibu yang sangat perhatian, baik , juga menyayangi semua anaknya
tanpa perbedaan




